Sejarah dan Legenda Desa

Administrator 30 April 2014 17:20:39 WIB

 

2.1. Sejarah Desa

 

2.1.1. Asal-usul/Legenda Desa

Menurut Cerita yang turun temurun bahwa pada zaman dahulu kala pada masa penjajahan atau sebelum tahun 1945, tidak ada yang mengetahui secara pasti tahun berapa asal mula Desa ini ada. Pada masa itu sarana transportasi darat/ jalan belum memadai, salah satu sarana hubungan adalah melalui laut dan sungai dengan menggunakan sampan atau rakit sederhana untuk menghubungkan antar wilayah/ daerah. Pedesaan ini adalah lahan yang subur, tumbuhan, hutan-hutan kecil dan rerumputan yang menghijau membuat mata tak jemu memandang. Sebagian rawa karena berada di daratan rendah dengan ketinggian 0-5 meter dari permukaan laut. Dimana pada bagian utara berbatasan dengan selat Malaka dan sebelah di sebelah barat berbatasan dengan Sungai Suka. Desa ini memiliki Pantai sepanjang 1 kilometer. Mungkin inilah adalah asal mula yang membuka Desa ini, berasal dari perjalanan mengikuti arus sungai, bisa jadi dari lautan sebelah utara atau dari selatan mengikuti arus sungai yang kemudian menetap di suatu tempat yang diberi nama “DURIAN”, yang sampai saat ini Desa tersebut dinamakan Desa Duria.

 

Asal mula Desa “DURIAN” diambil dari nama tanaman hutan, konon kabarnya ditempat tersebut ada pohon durian yang besar sehingga mereka menyebutnya Desa Durian. Bukti-bukti kebenaran cerita turun temurun tersebut ditempat itu masih ada berupa kuburan tua, yang diberi nama oleh masyarakatnya kuburan Datuk Perawang yang sampai saat ini masih ada. Dan keberadaannya sekarang sudah hampir hanyut terkena erosi air sungai. Pada tahun 70-an tempat tersebut masih digunakan masyarakat sebagai tempat “Kubahan” yaitu tempat mengirim do’a oleh orang Desa. Ketika turun bibit padi untuk mohon keselamatan sembari memotong hewan kambing, dagingnya dimasak dan dimakan bersama-sama, sedang kepala kambing dikubur. Tradisi masyarakat tersebut sekarang sudah tidak ada lagi karena tidak sesuai dengan anjuran agama islam yaitu menguburkan kepala kambing adalah mubajir.

 

Seiring berjalannya waktu, Desa Durian kian berubah dahulu Durian yang identik dengan pohon Durian tapi saat ini pohon durian tidak menjadi cirri khas Desa, tidak lagi buah Durian melainkan mayoritas padi karena sebagian besar masyarakat Desa Durian adalah Petani, terutama bertanam padi mencapai 90%. Pemerintah Desa Durian saat ini bersama tokoh masyarakat dan pemuda berupaya kembali agar Desa Durian dapat menghasilkan buah Durian dengan menganjurkan setiap keluarga menanam pohon Durian sebagai cirri khas Desa.

 

Fenomena Desa tidak terlepas dari lembaran sejarah para Pemimpin Desa seperti berikut ini: Sebelum tahun 1945 Kepada Desa Durian Indro Joyo di Zaman penjajahan dibawah kekuasaan Raja Tengku Busu Indrapura kemudian setelah merdeka tahun 1945 sampai dengan 1965 maka terpilihlah Sarjono dari tahun 1965 sampai dengan 1978 Kepala Desa terpilih Jayus sebagai pengurus partai PNI yang dibekukan oleh Pemerintah, maka Jayus turut diberhentikan dari Kepala Desa dan dalam kurun waktu masa jabatannya ada beberapa Tokoh yang diangkat antara lain Amirsyah, Kartolo, M.Adi Sofian. Kemudian pada tahun 1978 sampai dengan 2002 terpilih kepala Desanya Setiono dan pada tahun 2002 sampai dengan tahun 2013 kepala Desa terpilih Abdul Kodir. Kemudian pada tahun 2013 sampai dengan pada saat ini Kepala Desa Jumahari.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

gambar


Pesan Redaksi :

Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi DURIAN

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung